Kebakaran di Panti Bogor

Kebakaran di Panti Bogor

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

Innalilahiwainailaihirajiun, sekian lama ga nulis lagi disini, cerita Jajan Pahala kali ini dimulai dengan berita buruk, musibah kebakaran yang terjadi di Panti Asuhan, Bogor.

panti mizan

Bulan lalu (Desember, 2015) tersebar di broadcast message bahwa terjadi kebakaran di Panti Asuhan di Bogor. Karena salah satu dari kami berasal dari Bogor, jadi lokasinya bisa kita jangkau.

Alhamdulillah, semenjak ada blog ini, banyak banget orang-orang yang menitipkan baju layak pakai ke kita, temen-temen kuliah di Bandung yang sudah pada lulus juga banyak yang menyumbangkan bajunya, jadi alhamdulillah bisa disumbang ke temen-temen panti.

Sebelum kita kesana, kita juga ngajak orang-orang untuk ikut bantu. Jadi yang disumbang kesana gak hanya baju, kita juga dititipi uang tunai dan Al-Quran untuk disedekahkan ke sana. Al Quran ini merupakan titipan dari seorang temen yang kerja di Bali, supaya murah (lagi diskon&member) beli Al Qurannya sengaja di Toko Rumah Buku, Bandung. Tetep yaa, harus optimal uangnya (iritt) hehe.

Kebakaran di Panti Mizan

Sedikit berbagi dan kembali mengingatkan, bahwa lakukan semua amal dengan niat tulus karena Allah semata. Sebagai hamba, tugas kita adalah bersabar dan bersyukur, sepasang kata yang sering banget kita dengar, tapi, apa sudah kita amalkan??

Bersyukur. Dikutip dari suatu sumber, bahwa kebaikan yang kita dapat, baru bisa dikatakan rezeki setelah kita bersyukur. Nah looh, berapa kali lupa bersyukur? Jadi yang kita makan/minum/pakai bukan rezeki dong?? Berkah ga tuh? Refleksi diri hehehe…..

Salah satu cara mengamalkan rasa syukur adalah dengan berbagi. Jangan lupa, kita hanyalah hamba yang lemah, untuk berbagi saja kita tidak mampu bila tanpa hidayahnya, jadi setelah berbagi jangan sombong atau tinggi hati, karena amal yang kita lakukan bukan karena kehebatan kita, tapi bergantung pada izin-Nya, bila Allah SWT tidak mengizinkan atau tidak memberi hidayah untuk beramal, sebanyaaaak apapun rezeki kita, sebaiiikkk apapun kita kesesama, kita tidak akan dapat melakukan amal, iii serem Auzubilahiminzalikk.

Jadii, yuk perbaiki lagi niat kita, kita latih lagi rasa bersyukur dan ikhlas kita. Jangan sampai salah niat.

Janganlah engkau memberi untuk mendapat lebih banyak. (Q.s. Al-Mudaststsir [74]:6)

Perumpamaan orang-orang yang menginfaqkan hartanya demi mencari keridhaan Allah dan sebagai keteguhan bagi jiwa mereka, seperti sebuah kebun terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka gerimis pun memadai. Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian perbuat. (Q.s. Al-Baqarah [2]: 265)

Ada cerita menarik, dikutip dari buku karya Salim A. Fillah yang berjudul Lapis-lapis Keberkahan, kisah Haji Usman, seorang pengusaha batik terkenal di Yogyakarta memang terkenal kedermawanannya. Suatu hari ada beberapaorang pengusaha muda yang semangat mendatangi beliau. “Ajarkan pada kami, Ji, bagaimana caranya agar kami seperti Haji Usman, bershadaqah terasa ringan.”

“Wah, salah alamat!”, jawab Haji Usman sambil tertawa. “Saya ini sangat mencintai harta saya, saya mencintai kekayaan saya”

“Lho?”

“Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya terhadap harta, sampai-sampai saya tidak rela meninggalkannya di dunia. Saya itu tidak mau berpisah dengan kekayaan saya. Makanya sementara ini saya titipkan dulu. Titip pada Masjid, titip pada anak yatim, titip pada madrasah, titip pada pesantren, titip pada para pejuang fi sabilillah. Alhamdulillah ada yang berkenan dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yang sudi diamanati, saya bahagia sekali. Pokoknya besok di akhirat mau saya tagih. Saya ini ngin kekayaan saya itu saya nikmati berlipat-lipat di akhirat.”

Hebat ya Haji Usman, yuk belajar seperti beliau!

Sekian cerita kali ini, semoga bisa membantu kita belajar cara menghamba kepada-Nya lebih baik lagi.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *